News portal

Pasar Sederhana Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

CB online >> Kebakaran melanda Pasar Sederhana, Kota Bandung, Jumat, 5 Oktober 2018 malam. Belum diketahui berapa kios/los yang terbakar, namun kantor pasar dikabarkan ikut ludes terkena api.
Sumber gambar : http://www.pikiran-rakyat.com

Berdasarkan pantauan, pada pukul 21.30 WIB, sejumlah pedagang tampak berupaya menyelamatkan barang-barang dagangannya. Beberapa mobil pemadam kebakaran terlihat sudah berada di lokasi dan para petugas tengah berusaha memadamkan api.
Di sekitar pasar banyak warga yang ingin menyaksikan kebakaran, sehingga cukup mengganggu petugas maupun pedagang yang ingin mengamankan barang-barangnya. Sejumlah petugas polisi pun berusaha menjauhi warga dari sekitar pasar.
Seorang pedagang, Hendro Suprapto (41) mengaku pertama kali tahu ada kebakaran sebelum jam 22.00. Dia pun segera mendatangi pasar dan menyingkirkan barang dagangannya dari kios bersama kerabat dan karyawannya. 
"Jam 10 (malam) kurang itu api sudah menyala. Luar biasa cepat menyebarnya. Sebagian barang saya sudah diambil, tapi sebagian lagi belum. Soalnya, tinggal dua jongko lagi dagangan saya kena api," kata Hendro, pedagang tisu dan plastik.
Dari obrolannya dengan mantan Kepala Pasar Seserhana Uba Rubai, Hendro menuturkan bahwa kantor pasar juga ikut terbakar. Kantor PDAM yang berada di sebelah kantor pasar, kemungkinan besar turut tersambar api.
"Lokasi apinya itu ada di tengah pasar. Di situ ada beragam pedagang, karena di sini tidak diblok-blok. Jadi, bercampur. Ada yang jualan ikan, sayuran, plastik, bahkan kosmetik," katanya.
Menurut dia, sebagian besar los/kios di Pasar Sederhana tutup pukul 16.00. Akan tetapi, ada pedagang yang tetap menggelar dagangannya sampai malam. Malah, kata dia, ada salon yang buka 24 jam. "Ratusan jongko pasti kena. Tadi teman saya melihat ke dekat api," ujarnya.


Labels: berita, Regional

Thanks for reading Pasar Sederhana Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki. Please share...!

0 Comment for "Pasar Sederhana Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki"

Back To Top